Jumat, 03 Juni 2011

Dosa, Keturunan Yang Berdosa, Dan Penebusan Dosa

Kondisi kutuk yang menimpa manusia disebabkan karena manusia telah berbuat dosa. Banyak orang yang tidak faham mengenai pengertian dosa. Apa itu dosa?? Kalau kita merujuk pada kitab Allah, dosa adalah tindakan manusia secara perorangan atau secara bersama-sama yang menyimpang dari kehendak dan hukum Allah. Dan kalau kita perhatikan, ini merupakan dosa keturunan, dosa yang dilakukan oleh orang tua kita terdahulu. Perhatikan firman Allah dalam Surat Ibrahim ayat 28 : “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukarkan nikmat Allah (Darussalam / Yerusalem / Nege ri keselamatan / kerajaan Allah) dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke Darul bawar (Negeri kebinasaan/kerajaan bangsa-bangsa)?” Jadi ketika Yerusalem hancur, maka manusia secara masal menyimpang dari kehendak dan hukum Allah, dan karena itulah manusia jatuh ke dalam dosa. Jadi pada hari ini mengkondisikan manusia untuk berbuat dosa. Manusia tidak dapat membebaskan dirinya sendiri dari dosa. Lantas bagaimana manusia dapat bebas dari dosa yang telah berabad-abad membelenggunya?


Perhatikan Kitab Matius 1:21 : “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari DOSA mereka." Umatnya disini yang di maksud adalah bani Israel yang telah berbuat dosa, dikarenakan umat generasi Musa (bani Israel) telah melanggar perjanjian abadi dengan Allah, mengubah hukum dan ketetapan Allah. Apa yang telah dibangun oleh Musa, yakni Yerusalem yang pertama telah hancur, sehingga bani Israel jatuh ke dalam dosa. Sehingga kenapa dalam perjanjian lama ada Kitab Ratapan? Siapa yang meratap? tentunya bani Israel. Kenapa meratap? Karena tadinya Bani Israel adalah bangsa yang memimpin dunia, segala bangsa-bangsa di dunia tunduk kepada Isarel, tetapi karena perbuatan dosa mereka, yakni mereka telah melanggar perjanjian abadi, maka Allah murka pada mereka, dan menghukum mereka menjadi bangsa yang terkutuk, terhina, dan terjajah. Maka merataplah mereka. Jadi Yesus datang bukan menebus dosa bani Adam!!, tetapi Dia datang untuk menebus dosa Bani Israel. Karena keturunan Adam yang berdosa kurun waktunya sudah berlalu dan sudah ditebus dengan kedatangan Nuh.

Perhatikan Kitab Kejadian 5:29 : “Dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: "Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN. Kata-kata “Penghiburan” ini dalam artian bahwa Nuh menebus dosa Bani Adam dan akan mengembalikan mereka (bani Adam) dari tanah yang terkutuk kepada tanah yang penuh berkat dari Tu(h)an.

Perhatikan pula Kitab Yohannes 16:7-8 : “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan DOSA, kebenaran dan penghakiman.” Jadi yang dinubuatkan oleh Yesus adalah seorang anak manusia yakni dari bani Ismael/Kedar yaitu Muhammad, karena Muhammad pun juga keturunan Abraham, Bapa Leluhur dari Yesus dan Musa. Dimana Ia (Muhammad) juga akan berlaku untuk menebus dosa umat manusia manakala apa yang telah dibangun oleh Yesus Kristus yakni Yerusalem yang kedua juga telah hancur. Ketika Yeusalem kedua yang dibangun oleh Yesus telah hancur, maka dunia kembali kepada gelap, dan manusia jatuh lagi ke dalam dosa.

Muhammad Pun bertindak sama seperti Yesus dan Musa, yakni membangun kembali kerajaan Allah yang telah runtuh, dalam bahasa arab disebut Darussalam, dalam bahasa Israel disebut Yerusalem. Hari ini kita lihat apa yang telah Muhammad bangun pun sudah hancur, mengalami nasib yang sama seperti Yesus dan Musa. Darussalam yang dulunya di bangga-banggakan sudah tidak ada lagi hari ini. Sehingga rumusannya manusia jatuh lagi ke dalam dosa. Lantas bagaimana rumusannya, kalau manusia hari ini hendak terbebas dari dosa? Tentu perjalanan sejarah akan terulang kembali.

Perhatikan pula pada surat Yunus ayat 25 : “Allah menyeru manusia ke Darussalam, dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan keselamatan.” Ini maksudnya adalah Tu(h)an Allah menyuruh kita untuk membangun kerajaan-Nya di bumi, karena itu merupakan jalan keselamatan bagi ummat manusia yang dapat membebaskan diri mereka dari dosa.

Ada istilah manusia lahir dalam keadaan dosa. Ini maksudnya adalah manusia yang dilahirkan dan hidup pada masa di mana Yerusalem/Darusalam hancur, akan dididik dengan ajaran-ajaran atau paham yang tentunya tidak atas nama Allah, manusia dipaksa untuk menjadi budak bangsa-bangsa, dimana yang berlaku sebagai tu(h)an bukan Allah semesta alam. Maka manusia perlu dilahirkan kembali untuk yang kedua kali agar terlepas dari dosa, bukan lahir fisiknya tetapi lahir ruhani nya.

Ada istilah lagi bahwa manusia lahir dalam keadaan buta, seperti kisahnya Yesus yang dengan Roh Kudusnya menyembuhkan manusia yang lahir buta. Ini bukan buta dalam artian tidak berfungsinya 2 biji mata. Tetapi kalau kita mau mencermati dan mencerdasinya bahwa dalam keadaan tidak adanya Yerusalem atau Darusalam di muka bumi, maka tentunya hukum Allah tidak diberlakukan. Yang berfungsi sebagai terang dunia sehingga tidak ada manusia yang tersesat hidupnya adalah hukum Allah itu sendiri. Sehingga ketika hukum Allah dirubah menjadi hukum bangsa-bangsa maka kondisi dunia akan gelap, tidak ada penerangan dan keterangan. Dalam keadaan seperti itulah manusia tidak bisa melihat, meskipun dia memiliki 2 biji mata yang masih normal. Istilah tidak bisa melihat sama dengan buta, sehingga mengertilah kita pada hari ini manusia dilahirkan dalam keadaan buta.

Bani Israel dan Ismael, yang dulunya ummat kesayangan Allah, sekarang menjadi ummat yang dihinakan Allah, karena perbuatan dosa mereka, meninggalkan hukum Allah dan tidak lagi mempertahankan Darusalam/Yerusalem yang dibangun susah payah oleh Muhammad, Yesus, dan Musa. Mereka telah berzina dengan bangsa-bangsa. Tanah yang tadinya suci sudah tidak lagi suci, karena sekarang dijadikan sebagai tempat perzinahan, tempat perdagangan merpati, serta tempat penukar uang, jadi Bait Allah sudah tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya, yakni sebagai tempat persembahan. Seperti yang dikatakan dalam kitab : “Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah. Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!!”

Allah dibesar-besarkan diberbagai bait Allah, yakni di mesjid, di gereja, di kanesah, di sinagog, atau di tempat-tempat peribadatan lainnya, tetapi di dalam hidupnya mereka tunduk kepada hukum bangsa-bangsa. Seperti tertulis dalam kitab : “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan hukum yang mereka taati adalah hukum manusia. Itu namanya bangsa yang sudah berzina.

Tidak ada komentar: