Jumat, 03 Juni 2011

Pergumulan Dua Jalan Dalam Sunnatullah

Muhammad sudah menubuatkan, umat yang dibangunnya itu pada suatu saat akan menghilang (hancur) kembali. Bahkan Al-Quran yang sudah diturunkan Allah pada periode Muhammad, pada suatu saat juga akan menghilang kembali. Tentang Al-Quran ini, Nabi mengatakan Al-Quran hanya tinggal huruf-hurufnya di atas kertas, di atas media tulis. Nabi berkata: “Pada suatu saat al-Quran ini akan banyak dibaca orang, tetapi hanya huruf-hurufnya saja ”. Perkataan Nabi yang seperti itu, hari ini sudah tergenapi. Hari ini, Al-Quran banyak dibaca orang tetapi hanya sekedar membunyikan huruf, tidak memiliki makna sama sekali. Hal itu sudah dinubuatkan oleh Muhammad.

Berkatalah Rasul: "Ya Tu(h)anku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan (tidak berguna)" . (QS. 25:30) .

Perkataan Nabi inipun juga sudah tergenapi. Faktanya sekarang ini, Al-Quran tidak lagi bermanfaat, tidak berguna, tidak lagi diacuhkan oleh orang-orang yang mengaku penerus-penerus umat Muhammad, seperti yang dahulu dibangunnya.

Terjadinya kondisi seperti ini, tidak lain disebabkan sunnatullah, karena memang seperti itulah tradisi Allah yang diberlakukan pada alam manusia dibumi ini. Mayoritas manusia dibumi hari ini, kurang memahami atau tidak sama sekali memahami makna dari kata sunnatullah.

Allah sebagai pengatur semesta alam me-manage semesta alam berdasarkan sebuah sistem, yang disebut tradisi Allah. Secara garis besar tradisi Allah ini adalah pergantian atau pergiliran suatu kondisi; Pergantian antara malam dan siang, pergantian antara budaya-kerajaan Allah dengan budaya bukan-kerajaan Allah, pergantian antara kepatuhan kepada Allah dengan kepatuhan kepada selain Allah. Dalam bahasa lain kita katakan juga, pergumulan antara dua jalan. Secara umum orang hanya melihat hidup ini pada satu jalan saja. Padahal Kitab Allah mengatakan sunatullah menciptakan dua jalan.

Kalau tidak memahami perjalanan sejarah daripada sunnatullah ini maka dapat dipastikan orang tidak akan paham kondisi ummat hari ini. Dalam kondisi apa ummat hari ini dan apa yang mesti mereka perbuat hari ini. Mereka justru mengira semua orang sudah beriman.

Pergumulan antara kedua peradaban ini. Hal ini harus betul-betul dipahami, sebab dari situlah nanti terjadinya qiyamah-qiyamah yang terjadi berulang kali, Dari situlah kita memahami kenapa ada banyak Nabi dan ada banyak Rasul. Dan apa hubungan rasul-rasul itu?

Sebagian besar manusia, tidak memahami hubungan ini. Mereka mengira ajaran Allah sebagai sebuah produk peradaban yang sifatnya evolutif, berkembang dari sesuatu yang sederhana sampai kepada kesempurnaan.

Mereka mengatakan, apa yang diajarkan Allah kepada Abraham merupakan ajaran yang belum sempurna dan kemudian disempurnakan oleh ajaran Musa. Kemudian, apa yang diturunkan Allah kepada Musa juga masih belum sempurna dan disempurnakan oleh Isa (Yesus). Selanjutnya, semua ajaran para Nabi dan Rasul yang masih belum sempurna itu disempurnakan oleh Muhammad. Setelah zaman Muhammad ini, maka sempurnalah ajaran agama Tuhan. Artinya mereka mengatakan, sebelum Muhammad diutus, agama Tuhan itu masih belum sempurna. Demikianlah pandangan mayoritas kaum agamis. Logika mereka mengatakan otak manusia berkembang, ilmu pengetahuan berkembang, dan karena orang-orang dahulu berpikirnya masih primitive, masih belum sempurna cara berpikirnya, maka diperlukan ada sihir dan mukjizat, supaya orang iman kepada Allah.

Hal ini sangat bertentangan dengan firman Allah dalam kitabNya dalam surat-48 ayat ke-23 :“Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.”

Sunnatullah berasal dari kata Sunnah dan Allah. Sunnah sendiri turunan dari kata “sunanun” yang artinya perjalanan. Berarti Sunnatullah adalah perjalanan Allah. Kita tidak pernah menemukan adanya perubahan pada perjalanan Allah pada alam semesta maupun alam kehidupan manusia, dengan kata lain perjalanan Allah itu sifatnya tetap, dan berulang sepanjang masa. Karena sifatnya tetap dan berlaku sepanjang masa maka disebut juga sebagai tradisi Allah atau kebiasaan Allah.

Dalam Surat ke-3 ayat ke-84 : "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri."

Visi dan Misi mereka (para utusan Allah) sama, yakni membangkitkan kerajaan Allah, dalam bahasa Ibrani disebut Yerusalem, dalam bahasa Arab disebut Darusalam. Kenapa Allah mengutus Yesus? Karena “Yerusalem pertama” yang telah dibangun oleh Musa telah hancur. Dan selanjutnya kenapa Allah mengutus Muhammad? Karena apa yang telah dibangun oleh Yesus yakni “Yerusalem kedua” juga telah hancur. Dan apa warta utama Muhammad itu sendiri? Yakni membangun kembali kerajaan Allah yang telah hancur.

Proses perjalanan sunatullah panjang bergulir. Pada bahasan ini kita melihat perjalanan sunnatullah (tradisi) Allah, mulai dari sejarah perjalanan Abraham. Dari perjalanan sunatullah ini kita akan melihat dengan jelas hubungan Abraham dengan Musa, hubungan Musa dengan Yesus, hubungan Yesus dengan Muhammad dan hubungan Muhammad dengan Nabi dan Rasul pada generasi selanjutnya.

Penggenapan janji Allah kepada Abraham terjadi pada zaman Musa. Artinya, hubungan Abraham dengan Musa merupakan penggenapan janji Allah kepada Abraham. Kata-kata penggenapan tidak popular, tidak terpahami di dalam agamis Arab. Tentang hal ini, kita mengenal istilah “satu” adalah ganjil dan “dua” adalah genap. Artinya, pertama (kesatu) Allah berjanji dan kemudian yang kedua, janji itu mesti Dia penuhi atau digenapi-Nya. Istilah penggenapan ini harus betul-betul diyakini, dipahami. Tidak pernah ada di dalam kalangan ulama Islam-agamis menguraikan masalah tentang penggenapan ini.

Semua cerita Taurat, Injil dan Al-Quran, sebetulnya berbicara masalah-masalah politis; Essensinya berbicara tentang masalah politis. Masalah politis merupakan masalah kerajaan, masalah kedaulatan, masalah kekuasaan. Kalau berbicara masalah kekuasaan, maka bahasanya adalah masalah politik kekuasaan. Milik Allah lah seluruh kekuasaan yang ada di semesta alam; Allah adalah penguasa alam semesta.

Allah sudah menjadi Raja pada semesta alam, bagaimana dengan dibumi? Apakah dibumi Allah sudah menjadi Raja (malikinnas)? Tidak menjadi jaminan dibumi!! Justru yang sering terjadi pemberontakan kepada Allah itu adalah pada sistem kehidupan dunia manusia.

Tidak ada pemberontakan kepada Allah pada alam-semesta ini, diluar alam manusia. Tidak pernah ada makhluk-makhluk Allah di alam semesta berlaku kafir dan atau musyrik kepada Allah Tu(h)an Semesta Alam, kecuali manusia. Istilah-istilah perlawanan itu hanya ada pada alam kehidupan manusia. Dengan kata lain, Kerajaan Allah dimuka bumi ini terkadang muncul, terkadang juga hilang.

Ibadah kepada Allah di bumi ini baru bisa terlaksana, apabila ada Kerajaan Allah. Kalau ada Kerajaan Allah dibumi barulah manusia bisa beribadah kepada Allah. Umumnya pemahaman tentang perlunya Kerajaan Allah dimuka bumi, tidak dikenal dalam kalangan dunia agamis.

Menurut kitab-kitab Allah, hanya ada dua model kerajaan, yaitu kerajaan langit dan kerajaan bumi. Kerajaan Allah (Kerajaan Langit) hanya ada satu. Sedangkan kerajaan bumi, kerajaan yang dibuat oleh rekayasa manusia merupakan kerajaan bangsa-bangsa yang banyak sekali, dan dikatakan juga gabungan atau serikat, sebagai lawan dari Kerajaan Allah.

Pergantian atau silih bergantinya kebangkitan kekuasaan Kerajaan Langit dan kerajaan bumi, Allah mengatakan sebagai sebuah qiyamah atau kebangkitan (berdiri tegak). itu merupakan hari bangkit tegaknya Kerajaan Allah di bumi.

Disinilah kita melihat hubungan Ibrahim dengan Musa yaitu, pertama Allah berjanji kepada Ibrahim dan kedua janji itu digenapi oleh Musa. Penggenapan janji Allah kepada Ibrahim tergenapi pada Musa dengan tegaknya Kerajaan Allah Yerusalem, sehingga Bani Israil menjadi ummat kesayangan Allah, gunung Sion berada di atas bukit bangsa-bangsa, Yerusalem menjadi mercu-suar dunia.

Selanjutnya kita melihat hubungan Ibrahim dengan Isa (Yesus) putra Maryam. Di dalam kitab Perjanjian Lama maupun kitab Perjanjian Baru jelas sekali terlihat hubungan antara Musa dengan Isa putra Maryam.

Musa berjuang dalam rangka Allah menggenapi janji-Nya kepada Abraham, yaitu tegaknya Yerusalem. Tegaknya Yerusalem Kerajaan Allah itulah yang disebut dengan “Berkat” bagi Bani Israil dan semua manusia yang bernaung di bawah Kerajaan Allah Yerusalem tersebut. “Berkat” di dalam bahasa Arab dikatakan juga “Barokah”. Allah memberkati Ibrahim, memberkati keturunan Ibrahim dan pengikut-pengikutnya.

Perjalanan sunatullah, Bani Israil ummat yang tadinya dikatakan kekasih Allah yang penuh “Berkat-Rahmat” Allah, kemudian mereka lupa dan meninggalkan janji mereka kepada Allah. Mereka bersekutu (berzina) dengan kerajaan bangsa-bangsa, sehingga terjadilah kemudian murka Allah terhadap Bani Israil, disebabkan Israil meninggalkan Allah, berzina dengan bangsa-bangsa. Allah meng-azab Bani Israil karena mereka melanggar perjanjian dengan Allah.

Allah membangkitkan sebuah ummat di atas dasar perjanjian antara ummat itu dengan Allah. Apabila tidak ada perjanjian maka tidak akan ada hubungan dengan Allah.

Ada 10 perjanjian pokok (ten comandmant) antara Bani Israil dibawah komando Musa kepada Allah. Pada ten comandmant ini terdapat dua sasaran utama, mengarah kepada Allah dan mengarah kepada manusia. Kehinaan akan ditimpakan kepada orang-orang Israil dimanapun mereka berada, kecuali jika mereka berpegang teguh dengan perjanjian mereka kepada Allah dan kepada manusia.

Musa mengatakan, Bani Israil akan dihadapkan dengan dua cobaan, yaitu “Kutuk dan Berkat”. Mereka akan diberkati, selama mereka konsisten dengan perjanjian mereka kepada Allah dan mereka akan dilaknat, dikutuk, menjadi hina-dina tatkala mereka melanggar perjanjian dengan Allah. Maka dikatakan juga mereka dikutuk menjadi monyet-monyet, tatkala mereka melanggar hari Sabath.

Kemudian pada waktu zaman Zedikia, raja terakhir dari Yahudi, tatkala Bani Israil kembali berada di bawah menjadi ummat terkutuk, muncullah Nabi-Nabi bani Israil bernubuah. Semua Nabi-Nabi Bani Israil yang disebutkan pada Taurat bernubuah tentang akan datangnya sang-Mesias.

Bahkan dari zaman Musa Yesus sudah dinubuahkan oleh Musa, yaitu: “tentang seorang Nabi dari kalangan kamu sendiri, yang seperti aku ketika dibangkitkan”. Inilah hubungan antara Yesus dengan Musa dan Abraham.

Yesus adalah seorang Mesias. Visi Yesus berbicara penegakan kembali Yerusalem, bangkitnya kembali Kerajaan Allah. Kalau Yesus seorang Mesias, berarti Yesus adalah seorang juru-selamat; Orang yang menyelamatkan Bani Israil yang sedang terkutuk, yang sedang di murkai oleh Allah, kemudian dibebaskan kembali oleh Mesias sang pembebas dari keterkutukan mereka. Penyelamatan Yesus terhadap Bani Israil dari keterkutukan mereka adalah pembebasan Yerusalem dari penjajahan bangsa-bangsa; Tegaknya kembali Kerajaan Allah, Yerusalem ke-2.

Yesus berkata: “Sebelum diantara orang-orang yang hadir disini lenyap, kamu akan menyaksikan Kerajaan Allah akan ditegakkan dan kamu akan menjadi hakim dari dua belas Bani Israil ”. Berarti, kerajaan Yesus itu bukanlah kerajaan-rohani, juga bukan kerajaan utopia. tetapi yang dimaksud disini adalah Yerusalem, Kerajaan Allah di bumi.

Seluruh dunia hari ini, baik dari sayap Ismail maupun dari sayap Israil, tidak mampu menjelaskan, apakah Yesus itu seorang Nabi dan Rasul yang gagal ataukah dia seorang Nabi dan Rasul yang berhasil melakukan tugas kerasulannya. Sebab, semua paham-paham agama yang ada memfigurkan Yesus mati di Salib atau Yesus di Salib tidak mati, tetapi naik kelangit. Kalau islamisme mengatakan Yesus tidak disalib, tidak mati, tetapi naik kelangit. Jadi Sinagog, Gereja maupun Masjid sama-sama mengatakan Yesus naik kelangit.

Gereja mengatakan Yesus dihidupkan kembali setelah melalui proses kematian ditiang salib, maka Islamisme mengatakan Yesus tidak disalib. Tetapi kedua-duanya mengatakan Yesus naik kelangit dan duduk disisi Allah dilangit. Artinya, semua pandangan ini hendak mengatakan bahwa Yerusalem ke-2 itu tidak ada. Demikianlah pandangan semua agama di dunia hari ini.

Tidak ada komentar: